KATALAJU.COM

Copyright © KATALAJU
All rights reserved
Desain by : KATALAJU

Salahgunakan Pupuk Subsidi Skala Besar ke Lahan 30 H, Warga Gunung Manaon Huristak Minta Pemerintah Tindak Tegas Oknum Pelaku

Pupuk Subsidi Merk Fonshka yanh Disalahgunakan di Lahan Simarmata di Gunung Manaon Huristak

HURISTAK - Diduga salahgunakan Pupuk Subsidi, oknum berinisial SM menggunakan pupuk subsidi 5-6 ton di lahan miliknya yang diduga Lahan eks PT Sungai Pinang Gunung Manaon, Kecamatan Huristak, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara.

Pupuk Subsidi merk Fonhska yang diketahui merupakan Pupuk Subsidi yang seharusnya di perjual belikan ke Masyarakat atau petani kurang mampu, malah di Gunakan untuk Lahan perseorangan dengan luas lahan 30 Hektar dengan jumlah banyak.

baca juga:

Sutan Siregar, warga Gunung Manaon yang melihat aktivitas pemupukan lahan Oknum SM di Lahan SM dengan jumlah banyak tersebut menggunakan Pupuk Subsidi Fonhska mempertanyakan Pekerja yang sedang bekerja menaburkan Pupuk ke lahan SM itu tidak mengindahkan himbauan Sutan Siregar selaku warga Gunung Manaon yang mempertanyakan keberadaan Pupuk Subsidi ke Lahan seluar 30 H tersebut.

"Awal mulanya saya melihat kegiatan pemupukan dengan skala besar menggunakan Truk, kira - kira banyaknya pupuk 5-6 Ton sekali tabur, setelah dicek ternyata pupuk yang dipakai pupuk subsidi merk Fonshka, melihat aktivitas tersebut saya langsung berinisiatip memvideokan, namun saya disuruh berhenti memideokan oleh oknum yang sepertinya menjadi Centeng atau Oknum Preman Simarmata, sambil bicara, 'gak ada urusanmu disini' ucap oknum centeng itu kesaya,"papar Sutan Siregar kepada Katalaju.com.

baca juga:

Lebih lanjut Sutan Siregar juga menyayangkan sikap Pemerintah terkait penggunaan pupuk subsidi yang seharusnya di berikan kepada masyarakat yang membutuhkan malah disalahgunakan dan diberikan kepada orang berada, dengan skala besar hingga 5-6 Ton ke Lahan 30 Ha.

"Kejadian ini sudah berulang kali terjadi, sementara kami disini warga sangat sulit mendapatkan pupuk subsidi, mohon bantuan dan perhatiannya kepada dinas terkait,"tutup Sutan.

baca juga:

Selain itu, pakar hukum Bidnen Nainggolan SH, MH, menjelaskan bahwa tindak pidana para pelaku yang menyalahgunakan Pupuk Subsidi akan dikenakan Pasal 6 ayat 1 huruf (b) Jo Pasal 1 sub 3 (e) Undang-Undang Darurat Nomor 7 tahun 1955 tentang Tindak Pidana Ekonomi dan/atau Pasal 21 ayat 1 Jo Pasal 30 ayat 2 Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 15/M-DAG/PER/4/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian.

Pasal 12 ayat 1 dan 2 Peraturan Menteri Pertanian Nomor 49 Tahun 2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubdisi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2021 dan/atau Jo Pasal 4 ayat 1 huruf (a) Jo Pasal 8 ayat 1 Peraturan Perundang-Undangan Nomor 8 Tahun 1962 tentang Perdagangan Barang Dalam Pengawasan dan/atau Pasal 2 ayat 1 dan ayat 2 Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 77 Tahun 2005 tentang Penetapan Pupuk Bersubsidi Sebagai Barang Dalam Pengawasan.

baca juga:

"Pasal 263 ayat 1 dan/atau ayat 2 KUHP dan/atau Pasal 2 dan/atau 3 dan/atau 5 ayat 1 dan/atau 12 B ayat 1 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan/atau Pasal 3 dan/atau Pasal 4 dan/atau Pasal 5 dan/atau Pasal 6 dan/atau Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Jo Pasal 55 KUHP dan Pasal 56 KUHP," ujar Bidnen Nainggolan SH, MH.

"Dengan Ancaman hukuman di atas 6 tahun penjara," tutupnya.

baca juga:

(Ar)

Komentar Via Facebook :