KATALAJU.COM

Copyright © KATALAJU
All rights reserved
Desain by : KATALAJU

BMKG Yogya

Yogya Diterpa Angin Kencang, Ini Penjelasan BMKG

Ilustrai

Yogya, (Nekadnews.com) -- Sejak pukul 06.30 WIB, wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diterpa angin kencang.

Akibatnya beberapa ruas jalan dipenuhi ranting dan daun-daun yang cukup mengganggu kendaraan.

Pantauan Tribunjogja.com, wilayah jalan Kaliurang atau sekitaran Universitas Gajah Mada (UGM) banyak terdapat ranting kecil dan daun yang jatuh ke jalan.

Kondisi angin kencang kali ini disebabkan adanya perbedaan tekanan udara tinggi di sebalah Barat Australia yakni sebesar 1024 mb, dan di wilayah Barat Perairan Sumatra sebesar 1010 mb.

"Sehingga kondisi ini berakibat adanya peningkatan kecepatan angin di wilayah DIY," kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Sleman-Yogyakarta, Reni Kraningtyas kepada Tribunjogja.com, Jumat (21/8/2020)

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG Sleman memprediksikan angin kencang akan berlangsung selama dua hari yakni 21-22 Agustus kali ini.

Tidak ada potensi bahaya dalam kondisi angin kencang kali ini, hanya saja pihaknya tetap mengimbau agar masyarakat tetap waspada.

Beberapa wilayah di DIY akan terdampak angin kencang, di antaranya Kabupaten Sleman meliputi Turi, Pakem, Cangkringan, Tempel, Sleman, Ngaglik, Ngemplak, Kalasan, Minggir, Seyegan, Godean, Mlati, Gamping, Depok, Berbah, Prambanan.

Kulonprogo meliputi Girimulyo, Nanggulan, Samigaluh, Kalibawang, Sentolo, Kokap, Pengasih.

Bantul meliputi Sedayu, Kasihan, Sewon, Pajangan, Bantul, Pleret, Piyungan, Jetis, Imogiri, Dlingo, Pandak, Bambanglipuro Kemudian di Gunungkidul meliputi Gedangsari, Ngawen, Semin, Nglipar, Playen, Patuk, Paliyan, Semanu, Karangmojo, Tepus, Rongkop, Ponjong, Wonosari.

"Selain itu ya beberapa wilayah di Kota Yogyakarta juga terdampak," tegasnya.

Ia mengatakan, kecepatan angin kali ini menurutnya mencapai 40 hingga 49 Kilometer/jam.

Kecepatan angin tersebut mampu menerbangkan atap rumah dan berpotensi kerusakan lainnya.

"Kami imbau warga masyarakat agar tetap waspada dan terus mengikuti perkembangan prakiraan cuaca," tutupnya.(*)

Komentar Via Facebook :