21.10.2026·06:11 WIB
Kata Laju
Kata Laju

Bupati Anton Gunakan Momentum Halalbihalal Warga Pasir Luhur

Bagikan
Bupati Anton Gunakan Momentum Halalbihalal Warga Pasir Luhur

Katalaju.com || Momentum pengajian dan halal bihalal 1447 Hijriah di Masjid Baiturrohman, Desa Pasir Luhur, Kecamatan Kunto Darussalam, Rokan Hulu (Rohul), Rabu (08/04/2026), menjadi lebih dari sekadar agenda seremonial.

Kegiatan ini dimanfaatkan Bupati Rohul Anton S.T. M.M., sebagai ruang memperkuat legitimasi sosial sekaligus menyerap langsung aspirasi masyarakat di tingkat desa.

Kehadiran Bupati bersama jajaran perangkat daerah, termasuk Ketua TP PKK dr. Yeni Dwi Putri, menunjukkan upaya pemerintah daerah untuk tetap dekat dengan masyarakat, terutama dalam suasana pasca-Idulfitri yang sarat nilai rekonsiliasi dan kebersamaan.

Dalam sambutannya, Anton menegaskan, halalbihalal bukan hanya tradisi tahunan, tetapi memiliki makna strategis dalam membangun kohesi sosial antara pemerintah dan masyarakat.

Ia menyebut, stabilitas sosial yang kuat menjadi fondasi utama dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.

“Silaturahmi seperti ini bukan sekadar budaya, tetapi kekuatan sosial. Dari sinilah kita membangun kepercayaan, menyatukan langkah, dan memastikan pembangunan berjalan seiring dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Lebih jauh, kegiatan ini juga membuka ruang dialog langsung. Aspirasi masyarakat yang selama ini terpendam mulai mengemuka, terutama terkait kebutuhan infrastruktur dasar di Desa Pasir Luhur.

Kepala Desa Pasir Luhur Soleman, dalam penyampaiannya tidak hanya menyampaikan permohonan maaf secara personal kepada masyarakat, tetapi juga membawa suara kolektif warga terkait kebutuhan pembangunan jalan aspal sepanjang kurang lebih 1 kilometer.

Permintaan tersebut mencerminkan masih adanya tantangan aksesibilitas di wilayah pedesaan yang berdampak langsung pada mobilitas ekonomi masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Anton memberikan sinyal positif dan menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk menindaklanjuti usulan tersebut sebagai bagian dari komitmen pemerataan pembangunan.

Di sisi lain, pernyataan Soleman yang memilih tidak mencalonkan diri kembali meskipun masih memiliki peluang, menjadi refleksi dinamika kepemimpinan di tingkat desa.

Keputusan ini dinilai sebagai bentuk regenerasi sekaligus memberikan ruang bagi munculnya kepemimpinan baru di tengah masyarakat.

Kegiatan yang dihadiri tokoh agama dan masyarakat ini semakin khidmat dengan tausiyah yang disampaikan oleh KH. Sirojul Munir. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial ke depan.

“Halalbihalal bukan hanya tentang saling memaafkan, tetapi juga memperbaiki hubungan, memperkuat persatuan, dan menjaga hati dari perpecahan,” pesannya.

Dengan menggabungkan nilai religius, komunikasi langsung, serta respons terhadap kebutuhan riil masyarakat, kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan pembangunan tidak hanya berbasis program, tetapi juga hubungan emosional dan kepercayaan antara pemimpin dan rakyatnya.